Kopi Bursel, Surganya Penikmat Emas Hitam



Pertanian kopi di Desa Cipada, Kabupaten Bandung Barat saat ini merupakan salah satu jenis pertanian yang dapat menggerakkan sektor perekonomian masyarakat karena hasil pertanian kopi diolah oleh masyarakat menjadi kopi khas Desa Cipada yang saat ini dikenal dengan Kopi Bursel. Pertanian kopi yang berada di Desa Cipada merupakan jenis Kopi Arabika yang dikelola oleh ratusan petani dan tergabung dalam lembaga masyarakat desa hutan setempat. Ditanam di atas lahan seluas 188 hektare pada ketinggian 1.100-1.300 meter di atas permukaan laut, Kopi Bursel yang merupakan singkatan dari Kopi Burangrang Selatan ditanam dan diracik sendiri oleh petani lokal mulai dari menanam, produksi, proses hingga pengolahan.

Sejarah

Awal mula perkembangan usaha lokal ini berangkat dari keprihatinan pemerintah dan warga setempat terhadap para petani yang menjual kopi kepada tengkulak dengan harga yang tak sebanding. Dalam hal ini, pengembang mulai menggali potensi kopi dari hulu ke hilir dengan tujuan mengangkat kembali harga kopi dari petani dan meningkatkan perekonomian warga.

Kopi Bursel sudah dikembangkan sejak 2009 oleh 201 petani yang merupakan warga setempat. Bibit kopi Arabika di desa ini diberikan oleh pemerintah dimana masyarakat melakukan penanaman bibit kopi yang sudah berumur 6-8 bulan di lahan milik pemerintah. Total masyarakat yang sudah berpartisipasi dalam penanaman kopi berjumlah kurang lebih 192 orang. Produksi kopi yang dihasilkan pada tahun 2018 sebanyak 70 ton, tahun 2019 sebanyak 90 ton dan pada tahun 2020 sebesar 90 ton dalam bentuk gabah. Kopi yang mulai berbuah ketika berumur 4 tahun dan dalam satu kali panen pemetikan biji kopi biasanya dilakukan selang 2 minggu sekali.

Alur

Produksi Kopi Bursel : Proses pemetikan biji kopi dilakukan secara manual dengan cara memetik buah satu per satu. Setelah memetik, biji kopi kemudian dipisahkan dari kulitnya lalu dijemur untuk dikeringkan.

Pengolahan Kopi Bursel : Biji kopi kering di giling menggunakan mesin penggiling untuk membersihkan biji kopi dari kulit yang masih tersisa. Setelah itu biji kopi ada yang dijual dan ada juga yang diolah sendiri oleh pengelola menjadi berbagai macam produk yang sangat kreatif dan menarik.

Pemasaran Kopi Bursel : Pemasaran dilakukan dengan cara promosi yang bersamaan dengan promosi Wisata Bukit Senyum (merupakan salah satu pariwisata yang terkenal di Desa Cipada) di sosial media dengan diulas oleh beberapa tokoh terkenal di Bandung Barat. Kopi Bursel ini juga telah dipromosikan sampai ke pasar Asia dan Eropa melalui berbagai pameran di tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional dan bahkan berpatisipasi pada pameran kopi internasional World of Coffee di Jerman. 

Lantas, mengapa Kopi Bursel belum banyak diketahui oleh masyarakat luas di Indonesia?

Ada beberapa alasan mengapa Kopi Bursel belum banyak diketahui oleh masyarakat luas diantaranya Promosi kopi yang kurang optimal dan kurangnya aksesibilitas menuju Desa Cipada karena disebabkan oleh jarak yang jauh dari sentral pariwisata yang ada di Kota Bandung sehingga hanya sebagian besar masyarakat setempat yang berkunjung dan mengetahui asal muasal kopi ini.

Peluang Kopi Bursel di Pasar Lokal dan Internasional

Kopi Bursel memiliki potensi besar untuk berkembang di industri kopi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dengan kualitasnya yang tinggi dan cita rasa khas, ada beberapa strategi yang dapat dimanfaatkan untuk menjadikan kopi ini lebih dikenal dan bernilai tinggi.

1. Meningkatkan aksesibilitas menuju Desa Cipada dengan memperbaiki kondisi jalan yang rusak dan mempertimbangkan keamanan pengunjung karena kondisi jalan yang berliku-liku. Hal ini dapat dilakukan dengan sosialisasi warga setempat untuk kemudian disampaikan kepada pemerintah.

2. Meningkatkan promosi kopi Bursel secara konsisten dan menarik. Hal ini dapat dilakukan dengan pemanfaatan sosial media yang optimal untuk pemasaran dan melalui kerjasama dengan influencer maupun tokoh yang terkenal.

3. Sudah pasti, penerapan teknologi pertanian dan pengolahan kopi yang maju dapat mempercepat produksi yang dihasilkan lebih banyak, lebih efektif, dan efisien.

4. Meningkatkan kebutuhan modal dalam produksi pertanian dan pengolahan kopi. Dengan peningkatan modal yang dilakukan, produksi kopi akan lebih besar dan pengolahan Kopi Bursel akan lebih meningkat juga sehingga akan menyerap tenaga kerja lokal. Hal ini tentu membutuhkan dukungan pemerintah dan komunitas kopi dalam mendukung industri kopi lokal, seperti pengadaan pelatihan bagi petani dan bantuan promosi di pameran untuk meningkatkan kualitas produksi dan memperluas jaringan pemasaran.

Kopi Bursel memiliki cita rasa khas dan kualitas unggul karena dedikasi para petani lokal dalam setiap prosesnya. Dengan memaksimalkan peluang, strategi, dan dukungan dari berbagai pihak, kopi ini dapat menjadi salah satu ikon kopi unggulan Indonesia yang semakin dikenal di dalam dan luar negeri. Saatnya mengenal dan menikmati keistimewaan Kopi Bursel, warisan rasa dari lereng Burangrang yang patut dibanggakan.


Sumber foto :  Pixabay / Sumber pribadi






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sinkhole : Fenomena Alam yang Baru Ini Menelan Korban di Seoul, Korea Selatan

Kenalan dengan Ao Rui Peng: Aktor Moonlight Mystique yang Tampan dan Random

Buku yang Bisa Meningkatkan Komunikasi dan Interaksi Hidup Anda: Review How to Win Friends & Influence People oleh Dale Carnegie